LINGGA (HK) – Kontraktor pelaksana rehab ruang kelas di MTsN Dabo, Apriansyah tantang masyarakat untuk mengukur sendiri pekerjaan rehap yang dilakukan jika dinilai tidak sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan.
Menurutnya, nilai proyek perjalan senilai Rp 4,2 Milyar ini telah sesuai kondisi dan bahan pekerjaan untuk kegiatan yang diberikan Kementerian PUPR.
“Siapa yang merasa pekerjaan tidak sesuai bisa datang untuk mengukur sendiri pekerjaan di sini,” kata salah seorang pegawai kontraktor Apriansyah menanggapi konfirmasi yang dilakukan media ini, Jumat (24/10/2025).
Dalam memberikan konfirmasi, Apriansyah juga terkesan menghalangi tugas jurnalistik dengan enggan memberikan jawaban terkait apa saja pekerjaan yang dilakukan hingga mengelontorkan anggaran sebesar Rp 4,2 Milyar.
“Sebelumnya kami juga ingin bertanya kepada abang paham tidak under istimete,” Tanya Apriansyah kembali.
Sementara itu, konsultan supervisi kegiatan, Peter, menerangkan bahwa kegiatan rehap di MTSN Dabo dilakukan untuk 12 ruangan. Hanya dinding yang tidak dilakukan pembongkaran karena dinilai masih layak dipergunakan.
“Dinding tidak disentuh rehap yang dilakukan dengan bahan yang berkualitas sesuai dengan kontrak. Pelemir, pengecatan plafon diganti atap dengan baja ringan,” terang Peter.
Peter juga menerangkan, bahwa pekerjaan rehab yang dilakukan telah sesuai dengan kontrak dan ketentuan.
“Kami setiap saat diperiksa oleh pengawas dari kementerian dan kalaupun mungkin bermasalah tentunya akan ada audit dari inspektorat,” jelasnya.
Suasana wawancara sempat memanas ketika ada salah seorang pekerja di lokasi yang tidak terima kedatangan media massa. Dengan emosi pekerja ini melontarkan kata-kata bahwa kedatangan media massa ke lokasi adalah untuk “memeras” kontraktor pelaksana kegiatan.
“Wartawan ini hanya datang untuk meminta beras, saya tahu lah siapa kalian semua,” ucap pekerja tersebut.
Untuk tidak memperburuk suasana rekan media massa meninggalkan lokasi pekerjaan. “Pernyataan ini telah melecehkan profesi wartawan. Akan kami laporkan ke redaksi menunggu tindakan yang akan diambil selanjutnya,” kata salah seorang wartawan.
Diberitakan sebelumnya, ketua ormas Projo Kabupaten Lingga, Selamat Riyadi soroti nilai pantastis pekerjaan Rehap MTsN Dabo Singkep okeh Kementerian PUPR senilai Rp 4,2 Milyar.
Menurutnya, anggaran sebesar tidak sesuai dengan pekerjaan rehap yang dilakukan. Kuat dugaan ada mark up yang dilakukan untuk proyek pekerjaan ini bila dibandingkan pekerjaan pembangunan sekolah yang dilakukan instansi yang sama di Tahun 2022, lalu.
“Tahun 2022 lalu ada delapan sekolah yang mendapatkan revitalasi bangun rumah kelas baru. Anggaran yang dikucurkan untuk setiap sekolah tidak sebesar rehap yang dilakukan untuk MTsN Dabo,” kata Selamat Riyadi. (tir)