NATUNA (HK) – Pemerintah Kabupaten Natuna tampak konsen mendorong jalannya program pembangunan di sektor perairian. Hal ini dilakukan karena menyadari wilayah Natuna masih bermasalah dengan air.
Diketahui bahwa, wilayah Kabupaten Natuna merupakan daerah tadah hujan. Kondisi ini mengakibatkan kekeringan yang terjadi hampir setiap tahun dan berpotensi besar menimbulkan problem sanitasi dan irigasi.
Anomali cuaca lainnya seperti hujan lebat yang berlangsung hingga berhari-hari, angin kencang dan ombak tinggi juga saban tahun terjadi di wilayah Kabupaten Natuna. Sehingga keadaan alam ini berpotensi besar menimbulkan musibah banjir dan abrasi.
Namun demikian, Bupati Natuna, Cen Sui Lan tampak yakin dan percaya bahwa persoalan alam yang merugikan kehidupan itu dapat ditanggulangi dengan baik apabila ketersediaan infrastruktur dapat diwujudkan secara optimal.
“Oleh karena itu kami berharap pemerintah pusat dapat mendorong percepatan program, terutama infrastruktur air bersih, irigasi, dan pengendalian banjir,” kata Bupati Cen Saat menerima kunjungan Pejabat Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV Batam di Ruang Rapat Gedung Daerah Kabupaten Natuna, Kamis (20/08), kemarin.
Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat posisi strategis Natuna sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Karena Natuna berada di wilayah perbatasan, sehingga pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Terkait pembangunan Embung sebayar, Bupati Cen menyampaikan bahwa Embung Sebayar dibangun untuk memenuhi kebutuhan air di tiga Kecamatan yang meliputi Kecamatan Bunguran Timur (Ibu Kota Kabupaten Natuna), Kecamatan Bunguran Tengah dan Kecamtan Bunguran Selatan. Hal ini mengingat ketika musim kemarau ketiga kecamatan tersebut mengalami kerisis air bersih.
“Maka sejalan dengan itu, kami berharap Kepala BWSS IV Batam dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk segera mendorong percepatan pengoperasian embung sebayar karena hal ini akan sangat membantu pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Natuna,” pintanya.
Pada kesempatan itu Bupati Cen juga menegaskan, selain memperhatikan aspek teknis pembangunan, setiap program juga harus berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Yang paling penting adalah manfaat nyata bagi warga, terutama mereka yang berada di daerah pelosok dan sulit akses,” ujarnya menegaskan.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam, Syauqiyatul Afnani Rangkuti, S.T., M.T., menyampaikan komitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah, termasuk melakukan sinkronisasi program sesuai kebutuhan lapangan.
“Beberapa rencana strategis yang kita kemukakan diantaranya pembangunan embung, jaringan irigasi, serta peningkatan kualitas infrastruktur pengairan untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” kata Syauqi. (fat).