“Dianaktirikan” Masyarakat Sebung Ancam Boikot Masuknya PT SNG ke Desa Baran

LINGGA (HK)- Merasa dianaktirikan masyarakat Dusun III Desa Baran, Kecamatan Senayang ancam boikot masuknya perusahaan pertambangan pasir kuarsa PT Satria Narendra Gutama (SNG) diwilayahnya. Berdasarkan rapat musyawarah dukungan masyarakat yang dilakukan PT SNG disebutkan bahwa pohaknorushaan akan memberikan uang kompensasi hanya untuk Dusun I Baran dan Dusun II Tajur Resun sebesar Rp 1 juta untuk setiap kepala keluarga.

“Saat ini telah menyampaikan iberaankami atas keputusan yang diambil saat rapat dukungan yang ilakukan pihak perusahaan. Dusun III Sebung masih dalam satu desa kenapa pihak perusahan tidak menganggap kami ada. Kami akan melakukan aksi bila asprasi kami tidak diperhatiksn,” kata perwakilan masyarakat Sebung, Andi Junaidi, Jumat (3/9/2025).

Masyarakat Sebung juga menyayangkan tidak dilibatkan perusahaan dalam beberapa kali sosialisasi yang dilakukan atas pertambangan pasir yang akan masuk di Desa Baran. Informasi masuknya PT SNG hayadipeeolh masyarakat Sebung dari mulut ke mulut masyarakat.

“Bukan hanya persoalan uang kompensasi. Sebagai warga tentunya kami harus tahu dampak dari masuknya perusahaan ke wilayah kami,” ucapnya.

Andi Junaidi melanjutkan, warga Sebung tentunya sangat mendukung investasi yang masuk ke Desa Baran. Namun tentunya invetasi tersbut sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Kami juga harus tahu, apakah investasi tersebut bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan,” ucapnya.

Warga Sebung juga sudah menemui kepala Desa Baran untuk mempertanyakan persoalan ini. “Kami telah ketemu kepala desa untuk mempertanyakan. Kapala desa berjanji akan menemui pihak perusahaan dan memberikan jawaban dalam minggu ini.

“Kalau dalam Minggu ini tidak juga adajawaban kami akan melanjutkan kapiran ke Bupati Lingga,” imbuhnya.

Terkait hal ini, Kepala Desa Baran, Indra tidak dapat dihubungi saat akan dikonfirmasi. (tir)